Rabu, 06 Februari 2013

ASKEB APB (antepartum bleeding)



ASUHAN KEBIDANAN
PADA Ny “A” GI P00000 UK 36 MINGGU DENGAN
ANTE  PARTUM  BLEEDING (APB)
DI RSIA MUSLIMAT
JOMBANG

 




Oleh:
ANNISA AULIYA.R





PRODI D III KEBIDANAN
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS PESANTREN TINGGI DARUL ‘ULUM
JOMBANG
2012




BAB I
PENDAHULUAN
1.1      Latar Belakang
Perdarahan Ante partum adalah perdarahan pervaginam pada kehamilan diatas 28 minggu atau lebih. Karena perdarahan ante partum terjadi pada umur kehamilan diatas 28 minggu maka sering disebut atau digolongkan perdarahan pada trimester ke tiga.
Perdarahan Ante partum yang berbahaya umumnya bersumber pada kelainan placenta, secara klinis diklasifikasikan menjadi placenta previa, solusio placenta, perdarahan ante partum yang belum jelas sumbernya.
Perdarahan Ante partum terjadi pada kira-kira 3 % - 4 % dari semua persalinan, yang terbagi kira-kira rata antara placenta previa, solusio placenta dan perdarahan yang belum jelas sumbernya.
Placenta previa adalah keadaan dimana placenta berimplantasi pada tempat abnormal yaitu pada segmen bawah rahim sehingga menutupi sebagian atau seluruh pembukaan jalan lahir (Ostium uteri internal).Placenta previa terjadi kira-kira 1 diantara 200 persalinan.
Penanganan ante partum memerlukan perhatian karena saling mempengaruhi dan merugikan janin dan ibunya. Setiap perdarahan ante partum yang dijumpai oleh bidan sebaiknya di rujuk ke Rumah Sakit atau ke tempat dengan fasilitas yang memadai karena membutuhkan tatalaksana khusus.

1.2      Tujuan
1.2.1        Tujuan Umum
Untuk mengembangkan pola pikir kita dalam Asuhan Kebidanan pada Ny. “A” usia 21 tahun G1P00000 umur kehamilan 36 minggu, dengan Ante Partum Bleeding (APB), menurut SOAP
1.2.2        Tujuan Khusus
Dalam melaksanakan Asuhan Kebidanan pada Ny. “A” usia 21 tahun G1P00000 umur kehamilan 36 minggu  dengan Ante Partum Bleeding (APB), diharapkan penulis mampu :
1.2.2.1      Melakukan pengkajian data
1.2.2.2      Mengidentifikasi diagnosa, masalah dan kebutuhan segera
1.2.2.3      Mengidentifikasi masalah potensial dan diagnose potensial
1.2.2.4      Menyusun dan mengembangkan rencana dan asuhan kebidanan
1.2.2.5      Melaksanakan asuhan kebidanan sesuai dengan rencana
1.2.2.6      Mengevaluasi penatalaksanaan Asuhan Kebidanan

1.3      Manfaat Penulisan
1.3.1        Bagi Penulis
Mendapatkan pengalaman dan dapat menerapkan teori yang telah didapat pada perkuliahan kedalam kasus nyata dalam pelaksanaan Asuhan Kebidanan.
1.3.2        Bagi Institusi
Sebagai bahan kepustakaan tentang Asuhan Kebidanan pada ibu hamil dengan APB (Ante Partum Bleeding).
1.3.3        Bagi Lahan Praktek
Sebagai bahan kepustakaan dalam memberikan Asuhan Kebidanan pada ibu hamil dengan APB (Ante Partum Bleeding).

1.3.4        Bagi Pasien
Mendapat pengetahuan dan informasi tentang penatalaksanaan Asuhan Kebidanan pada ibu hamil dengan APB (Ante Partum Bleeding).








BAB II
TINJAUAN TEORI


2.1          Konsep Dasar Ante Partum Bleeding (APB)
2.1.1        Pengertian
Perdarahan Ante Partum adalah perdarahan yang terjadi setelah kehamilan 28 minggu.
Perdarahan Ante Partum adalah perdarahan pervaginam pada kehamilan diatas 28 minggu atau lebih.
2.1.2        Klarifikasi
2.1.2.1      Perdarahan yang ada hubungannya dengan kehamilan
a.       Placenta previa
b.      Solusio placenta
c.       Perdarahan pada placenta letak rendah
d.      Pecahnya sinus marginalus
e.       Pecahnya vasa previa
2.1.2.2      Perdarahan yang tidak ada hubungannya dengan kehamilan
a.       Pecahnya varises vagina
b.      Perdarahan polupus servikalis
c.       Perdarahan perlukaan serviks
d.      Perdarahan karena keganasan serviks
2.1.3        Pengertian Placenta Previa
Placenta previa adalah keadaan dimana placenta berimplantasi pada tempat abnormal yaitu pada segmen bawah rahim sehingga menutupi sebagian atau seluruh pembukaan jalan lahir (Ostium uteri internal).
Placenta previa adalah placenta dengan implantasi di sekitar segmen bawah lahir sehingga dapat menutupi sebagian atau seluruh ostium uteri internum.
2.1.4        Etiologi
a.       Endometrium di fundus uteri belum siap menerima implantasi
b.      Endometrium yang tipis sehingga diperlukan perluasan placenta untuk mampu memberikan nutrisi janin
c.       VIII koreolis pada kanan leave yang persisten
Faktor-faktor yang menyebabkan / meningkatkan kejadian placenta previa :
1.      Umur penderita
-          Umur muda karena endometrium masih belum sempurna
-          Umur diatas 35 tahun karena tumbuh endometrium yang kurang subur
2.      Paritas
Pada paritas yang tinggi kejadian placenta previa makin besar karena endometrium belum sempat tumbuh.
3.      Endometrium yang cacat
-          Bekas persalinan berulang dengan jarak pendek
-          Bekas operasi bekas kuretase atau manual placenta
-          Perubahan endometrium pada mioma uteri atau polip
-          Pada keadaan mal nutrisi
2.1.5        Diagnosa Placenta Previa
2.1.5.1      Anamnesa Placenta Previa
a.       Terjadi perdarahan pada kehamilan sektor 28 minggu
b.      Sifat perdarahan
­          Tanpa rasa sakit terjadi tiba-tiba
­          Tanpa sebab yang jelas
­          Dapat terulang
c.       Perdarahan dapat menimbulkan penyulit pada ibu maupun janin dalam rahim
2.1.5.2      Pada inspeksi dijumpai
a.       Perdarahan pervaginam encer sampai bergumpal
b.      Pada perdarahan yang banyak ibu tampak anemis

2.1.5.3      Pemeriksaan fisik ibu
a.       Dijumpai keadaan bervariasi dan keadaan normal sampai syok
b.      Kesadaran penderita bervariasi dari kesadaran baik sampai koma
c.       Pada pemeriksaan dapat dijumpai :
­          Tekanan darah, nadi, dan pernafasan dalam batas normal
­          Tekanan darah turun, nadi dan pernafasan meningkat
­          Daerah ujung menjadi dingin
­          Tampak anemis
2.1.5.4      Pemeriksaan Khusus Kebidanan
a.       Pemeriksaan palpasi abdomen
­          Janin belum cukup bulan, tinggi fundus uteri sesuai dengan umur kehamilan
­          Karena placenta di segmen bawah rahim, maka dapat dijumpai kelainan letak janin dalam rahim dan di bagian terendah masih tinggi
b.      Pemeriksaan denyut jantung janin
­          Bervariasi dari normal sampai asfiksia dan kematian dalam rahim
c.       Pemeriksaan dalam
Pemeriksaan dalam dilakukan diatas meja operasi dan siap untuk segera mengambil tindakan. Tujuan pemeriksaan dalam untuk :
­          Menegakkan diagnosis pasti
­          Mempersiapkan tindakan untuk melakukan operasi persalinan atau hanya memecahkan ketuban
Hasil pemeriksaan dalam teraba placenta sekitar ostium uteri internum
d.      Pemeriksaan penunjang
­          Ultrasonografi
2.1.6        Komplikasi
a.       Prolaps tali pusat
b.      Prolaps placenta
c.       Placenta melekat sehingga harus dikeluarkan manual dan kalau perlu dibersihkan dengan kerokan
d.      Robekan jalan lahir karena tindakan
e.       Perdarahan post partum
f.       Infeksi karena perdarahan yang banyak
g.      Bayi prematur atau lahir mati
2.1.7        Penanganan
2.1.7.1      Penanganan Pasif
­          Perhatian
Tiap-tiap perdarahan triwulan ke tiga yang lebih dari show (perdarahan inisial) harus dikirim ke rumah sakit tanpa dilakukan manipulasi apapun, baik rectal apalagi vaginal.
­          Apabila pada penilaian baik, perdarahan sedikit masih hidup, belum inpartu kehamilan masih cukup 37 minggu, atau berat badan janin dibawah 2500 gr maka kehamilan dapat dipertahankan. Istirahat dan pemberian obat-obatan seperti spasmolitika, progestin, atau progesteron. Observasilah dengan teliti.
­          Sambil mengawasi periksakanlah golongan darah dan siapkanlah donor darah. Bila memungkinkan kehamilan dipertahankan setua mungkin supaya janin terhindar dari prematuritas
­          Harus diingat bahwa bila dijumpai ibu hamil tersangka placenta previa rujuk segera ke Rumah Sakit dimana terdapat fasilitas operasi dan transfusi darah.



BAB III
TINJAUAN KASUS


Tanggal Pengkajian     :   03 – 12 – 2012        Jam : 10.30 WIB
Tanggal MRS              :   03 – 12 – 2012

3.1          Pengkajian
3.1.1        Data Subyektif (S)
3.1.1.1      Biodata
Nama            :  Ny. “A”
Umur            :  21 tahun
Agama          :  Islam
Suku/bangsa :  Jawa/Ind
Pendidikan   :  SMA
Pekerjaan      :  Swasta
Alamat          :  Ploso
Nama Suami :  Tn. “D”
Umur            :  27 tahun
Agama          :  Islam
Suku/bangsa :  Jawa/Ind
Pendidikan   :  SMP
Pekerjaan      :  Swasta
Alamat          :  Ploso

3.1.1.2      Ke uhan Utama
Ibu mengatakan tanggal 03 – 12 – 2012  sekitar jam 01.30 ibu mengeluarkan darah +  3 ½ softek. Kemudian ibu di bawa ke BPM lalu ibu di rujuk ke RSIA muslimat jombang.
3.1.1.3      Riwayat Kesehatan Sekarang
Ibu mengatakan ini hamil yang ke 1 dengan usia kehamilan 8 bulan ,mengeluarkan darah pada tanggal 3 – 12 – 2012 sejak jam 01.30 wib 3 ½ softek warna merah segar,kemudian ibu di bawa ke BPM dan oleh petugas di rujuk ke RSIA muslimat jombang. Dan sebelumnya ibu tidak pernah mengeluarkan darah dari jalan lahir.
3.1.1.4      Riwayat Kesehatan Yang Lalu
Ibu mengatakan tidak pernah menderita penyakit menular seperti HIV/AIDS, dan tidak pernah menderita penyakit menurun seperti darah tinggi dan kencing manis, serta tidak penah menderita penyakit menahun seperti jantung dan paru – paru .
3.1.1.5      Riwayat Kesehatan Keluarga
Ibu mengatakan dalam keluarganya dan suaminya tidak ada yang sedang menderita penyakit menular, menurun, tidak ada keturunan kembar.
3.1.1.6      Riwayat Kebidanan
a.       Riwayat Menstruasi
Menarche          :   12 tahun
Siklus haid        :   28 hari
Teratur / tidak   :   teratur
Lama haid         :   7 hari
Jumlah               :   hari 1 – 3 (ganti softek 3x/hari), hari 4 – 7 (ganti softek 2x/hari).
Dismenorhea     :   kadang – kadang (1 – 2 hari)
Flour albus        :   kadang – kadang (sebelum dan sesudah haid)
b.      Riwayat Kehamilan Sekarang
­          Ibu mengatakan hamil anak ke 1 dengan usia kehamilan 8 bulan.
HPHT                    :   28 – 3 – 12
TP                          :   4 – 1 – 13
Umur kehamilan    :   36 minggu
­          Periksa ANC di bidan 12 kali
TM I        :   4kali, keluhan mual muntah, obat yang didapat B6 dan Kalk dan penyuluhan yang di dapatkan adalah tanda – tanda bahaya TM I,nutrisi, serta PH.
TM II      :   4 kali tidak ada keluhan, obat yang didapat Fe dan Kalk,penyuluhan yang didapatkan adalah Istirahat cukup.nutrisi,kurangi aktifitas berat.
TM III     :   4  kali keluhan sering bekemih (kencing),terapi yang di berikan Fe dan Kalk, dan penyuluhan yang telah didapatkan adalah bahaya TM III,tanda – tanda persalinan,PH,dan nutrisi.
c.       Riwayat kehamilan, Persalinan, Nifas yang lalu
Kawin ke
Anak ke
Umur kehamilan
Partus di
Jenis partus
Penolong
Penyulit
Anak
Nifas
P/L
BBL
PBL
1

hamil ini









d.      Riwayat KB
Ibu mengatakan tidak pernah menggunakan alat kontrasepsi apapun.
e.       Riwayat Perkawinan
Kawin ke 1x
Lama + 1 tahun
Usia Kawin 20 tahun
f.       Riwayat TT
TT3
3.1.1.7      Data Psikososial
­          Ibu mengatakan kehamilan ini sangat diharapkan oleh ibu, suami dan keluarganya,ibu sangat khawatir dengan perdarahan yang di alaminya ini.
3.1.1.8      Pola Kebiasaan Sehari-hari
a.       Nutrisi
Saat dirumah             :   Makan 3 x/hr, porsi sedang, , menu : nasi, lauk, sayur.
Minum + 7 – 8 gelas/hr (air putih dan the).
Saat di RSIA            :   Makan 3 x/hr, porsi sedang, menu : nasi, sayur sop, telur, tahu, dll
Minum + 8 gelas/hr, (air putih, teh).
b.      Istirahat
Saat dirumah             :   tidur siang mulai jam 13 – 14 dan tidur malam jam 20.30 – 04.00 tidak ada gangguan.
Saat di RSIA            :   tidur siang mulai jam 13.00 – 15.00 wib, tidur malam mulai jam 20.00 – 04.30, wib tidak ada gangguan.
c.       Aktivitas
Saat dirumah             :   ibu mengerjakan pekerjaan ibu rumah tangga seperti masak, cuci piring, cuci baju, menyapu, mengepel dan sebagainya.
Saat di RSIA            :   ibu hanya terbaring diatas tempat tidur/bed.
d.      Eliminasi
Saat dirumah             :   BAB : 1 x/hr, konsistensi lunak, warna kuning, bau khas.
BAK : + 5 x/hr, warna kuning jernih, bau khas.

Saat di RSIA            :   BAB : 1 x/hr, konsistensi lunak, warna kuning, bau khas.
BAK : + 6 x/hr, warna kuning jernih, bau khas.
e.       Personal Hygiene
Saat dirumah             :   mandi 2 x/hr, gosok gigi 2 x/hr, ganti baju 2hr 1x.
keramas 3 x/minggu.
Saat di RSIA            :   mandi 2 x/hr diseka, gosok gigi 2 x/hr, ganti baju 2 hr 1x, belum keramas.

f.       Pola Seksual
Saat dirumah             :   berhubungan seksual 2 x/seminggu, tidak ada keluhan.
Saat di RSIA            :   tidak di lakukan.

3.1.2        Data Obyektif (O)
3.1.2.1      Keadaan Umum        :   Lemah
Kesadaran                 :   Composmentis
TB                             :   158 cm
BB sebelum hamil     :   45 kg
BB saat ini                :   58kg
Lila                            :   23 cm
3.1.2.2      Tanda-tanda vital
Tensi              :   110/70 mmHg
Nadi              :   84 x/mnt
Suhu              :   364 o C
Pernafasan     :   20 x/mnt
3.1.2.3      Pemeriksaan Fisik
a.       Inspeksi
Kepala       :   Simetris, rambut warna hitam, panjang sebahu, tidak rontok, kulit kepala bersih.
Muka         :   Tidak pucat, tidak oedem.
Mata          :   Simetris, konjungtiva merah muda, sklera putih, tidak oedem.
Hidung      :   Simetris, tidak ada sekret, tidak ada polip, tidak ada pernafasan cuping hidung.
Mulut        :   Simetris, bersih, tidak ada stomatitis, tidak ada gigi caries, tidak ada gigi palsu.
Leher         :   tidak ada pembesaran kelenjar tyroid dan tidak ada pembendungan vena jugularis.
Telinga      :   Simetris, tidak ada serumen.
Dada         :   Simetris, terdapat pembesaran payudara, terdapat hyperpigmentasi areola, putting mammae bersih dan menonjol.
Abdomen :   Terdapat pembesaran perut sesuai dengan usia kehamilan, terdapat linea nigra, terdapat strie albican, tidak ada bekas operasi.
Genetalia   :   Tidak ada condiloma akuminata dan matalata, tidak oedem, tidak ada varices, terdapat pengeluaran darah pervaginam
+  kotex, warna merah segar.
Ektremitas atas        :   Simetris, tidak oedem, tidak terdapat gangguan pergerakan,
Ekstremitas bawah  :   Simetris, tidak oedem, tidak ada varices, pergerakan normal.
b.      Palpasi
Leher         :   tidak ada pembesaran kelenjar tyroid dan tidak terdapat pembendungan vena jugularis.
Dada         :   Tidak massa abnormal, ASI belum keluar,tidak ada nyeri tekan.
Abdomen :   Leopold I    :   TFU 3 jari dibawah pusat (32 cm) 36 minggu, teraba bokong pada fundus.
                      TBJ              :   (32 cm – 11 ) x 155 = 3255
                      Leopold II   :   Teraba punggung janin di bagian kanan perut ibu (PUKA), teraba bagian kecil dibagian kiri perut ibu.
                      Leopold III :   Teraba kepala janin di bagian bawah perut ibu dan sudah tidak bias di goyangkan.
                      Leopold IV :   bagian terendah janin belum masuk PAP (convergen).     
c.       Auskultasi
Dada         :   Tidak ada wheezing dan ronchi.
Abdomen :   DJJ : Å (11 - 12 - 11) = 136 x/mnt.
d.      Perkusi
Ektremitas bawah   :   refleks patela Å / Å
3.1.2.4      Pemeriksaan penunjang
Hasil pemeriksaan laboratorium
Hb : 8,9 gr %
3.1.3         ANALISIA DATA (A)
DS   :   Ibu mengatakan ia mengeluarkan darah + 3 ½ softek pukul 01.30 tanggal 3 – 12 – 12 .
DO  :   TTV :    
                T        : 110/70 mmHg
                N       : 80 x/mnt
                S        : 36 o C
            RR         : 20 x/mnt
Perdarahan        : Å
Diagnosa         : Ny “ A” GIP00000 UK 36 minggu janin hidup,intra uteri,tunggal,letak kepala, KU ibu lemah dengan Ante Partum Bleeding (APB).


Masalah             : Ibu  cemas dengan keadaannya dan janinnya.
Dx Potensial      : Terjadinya infeksi jalan lahir karena perdarahan yang banyak.
Mx Potensial     : Ibu stress dengan keadaannya dan keadaan janinnya.

Kebutuhan        :
- Kolaborasi dengan Dr. SpOG untuk mengambil tindakan dan pemberian terapi.
-  Tirah baring.
D. PENATALAKSANAAN (P)
1.      Melakukan pendekatan pada pasien dan keluarga agar terjalin kerjasama antara petugas dan pasien serta keluarga. Ibu dan keluarga dapat bekerjasama dengan petugas kesehatan.
2.      Melakuka observasi TTV. Telah dilakukan observasi TTV dengan hasil :
T          : 110/70 mmHg                                   TFU     : 32 cm
N         : 84x/menit                                          His       : -
S          : 36,4o C                                              DJJ      : +
RR       : 20x/menit                                          perdarahan  : +  25cc
3.      Melakukan KIE HE (nutrisi, personal hygiene) pada pasien. Ibu telah mendapatkan KIE HE dari petugas kesehatan.
4.      Melakukan PI dengan mencuci tangan sebelum dan sesudah memegang pasien. Telah dilakukan PI (pencegahn infeksi)
5.      Memberikan dukungan emosional untuk mengurangi kecemasan ibu. Ibu sudah tidak terlalu cemas.
6.      Melakukan kolaborasi dengan dr. SpOG.
Advice dr. SpOG :
-          Bed rest
-          Inj. Kalmetason 16 mg/hari selama 2 hari (07-07)
-          Observasi peradarahan (± 25 cc)
Catatan Perkembangan
Tanggal 4 Desember 2012                              jam 19.30 wib
S          : ibu mengatakan sudah tidak mengeluarkan darah lagi
O         : KU                : baik                                       Kesadaran       :composmentis
              TTV : TD      : 110/70 mmHg                       perdarahan      : + 25cc
                         N        : 88x/menit                              DJJ                  : +
                         S         : 35,7o C                                  His                   : -
                         RR      : 20x/menit
                         
Abdomen          : Leopold I    : TFU 32 cm. teraba bulat, lunak, tidak   melenting (bokong)
Leopold II     : terasa keras, datar seperti papan di bagian kanan (PUKA) dan bagian terkecl di kiri.
Leopold III   : letkep (teraba bulat keras) dan masih bias digoyangkan
Leopold IV   : bagian terendah janin belum masuk PAP (konvergen)

A         : Ny. “A” GIP00000  36 minggu janin hidup, tunggal, intrauterine, letkep dengan APB
P          : - melakukan KIE HE (gizi/nutrisi, personal hygiene, PI). Ibu telah mendapatkan KIE HE (gizi/nutrisi, personal hygiene, PI)
            - melakukan kolaborasi dengan dr. SpOG. Advice dr. SpOG terapi kalmet dihentikan, rencana SC tanggal 5 Desember 2012

Tanggal 5 Deseember 2012                             jam 16.00 wib
S          : ibu mengatakan nyeri pada luka bekas operasi
O         : KU : cukup                                       TFU     : 2 jari bawah pusat
              Kesadaran     : composmentis           UC      : keras
              TTV   : TD     : 120/70 mmHg           kandung kemih: kosong
                          N       : 80x/menit                  lochea  : rubra
                          S        : 36,5o C                      perdarahan : + 25 cc
                          RR     : 20x/menit                  luka post op: taa
A         : Ny. “A” P10001 post SC hari ke 1 a/i APB
P          : - melakukan KIE HE (nutrisi, personal hygiene). Ibutelah mendapatkan KIE HE
              - melakukan observasi TTV. Telah dilakukan observasi TTV dengan hasil :
                TD   : 120/70 mmHg                       TFU     : 2 jari bawah pusat
                N     : 80x/menit                  UC      : keras, kandung kemih kosong
                S      : 36,5o C                                  lochea  : rubra
                RR   : 20x/menit                              luka post op     : taa
-          Menganjurkan ibu untuk memberikan ASI eksklusif. Ibu menerima apa yang telah dianjurkan oleh petugas kesehatan.
-          Melakukan kolaborasi dengan dr. SpOG. Advice dr. SpOG : terapi inf. RLD5, inj. Antrain 3x1, inj. Neurosanbe 2x1, inj. Vit. C 2xII


Tanggal 6 Desember 2012                              jam 14.00 wib
S          : ibu mengetakan luka bekas operasi msih terasa nyeri
O         : KU    : baik                                       kesadaran : composmentis
             TTV    : TD     : 110/70 mmHg           TFU                 : 2 jari bawah pusat
                          N       : 80x/menit                  UC: keras, kandung kemih kosong
                          S        : 36,7o C                      lochea              : rubra
                          RR     : 20x/menit                  perdarahan      : + 25cc
A         : Ny. “A” P10001 post SC hari ke 2 a/i APB
P          : - melakukan KKIE HE (nutrisi, personal hygiene, mobilisasi, PI). Ibu telah mendapatkan KIE HE.
            - melakukan observasi TTV.
Telah dilakukan observasi TTV dengan hasil :
            TD       : 120/70 mmHg           TFU     : 2 jari bawah pusat
            N         : 80x/menit                  UC      : keras, kandung kemih kosong
            S          : 36,7o C                      lochea  : rubra
            RR       : 20x/menit                  luka post op     : taa
-          Menganjurkan ibu untk memberikan ASI eksklusif. Ibu menerima apa yang dianjurkan petugas kesehatan.
-          Melakukan kolaborasi dengan dr. SpOG. Advice dr. SpOG : terapi oral
Mefinal      3x1 tab
Prolit         3x1 tab
Becom       1x1 tab


Tanggal 7 – 12 – 12                                                    jam : 14 : 00 wib
S          : ibu mengatakan luka bekas operasi nyeri sedikit nyeri
O         : KU baik
Kesadaran Composmentis
TTV : TD        : 110/70 mmHg
                        N         : 80x/menit
                        S          : 367 oC
                        RR       : 20x/menit
                        TFU     : 2 jari bawah pusat
                        Uc       : keras
                        Kendung kemih kosong
                        Lochea: rubra
                        Perdarahan : + 25 cc
A         : Ny “A” PI000I post SC hari ke 3 a/i APB
P          : 1.Melakukan KIE HE ( Nutrisi dan Personal Hygine),Ibu telah      mendapatkan KIE HE (Ntrisi dan personal hygine).
 2.Melakukan observasi TTV.telah di lakukan observasi TTV dengan hasil TTV : TD : 110/70 mmHg, N : 80x/menit, S : 367oC, RR : 20x/menit,
TFU : 2 jari bawah pusat, UC : Kersa, Kendung kemih kosong, Lochea : Rubra, Luka Post SC : taa.
3.Melakukan perawatan luka post SC. Luka telah terbalut kasa steril dan tidak ada tanda – tanda infeksi.
4.Melakukan kolaborasi dengan dr.SpOG
Advis dr. SpOG : terapi oral
ü  Mefinal 3x1 tab
ü  Prolit   3x1 tab
ü  Becom 1x1 tab


              


PENUTUP

A.Kesimpulan
  Perdarahan Ante partum adalah perdarahan pervaginam pada kehamilan diatas 28 minggu atau lebih. Karena perdarahan ante partum terjadi pada umur kehamilan diatas 28 minggu maka sering disebut atau digolongkan perdarahan pada trimester ke tiga.
Perdarahan Ante partum yang berbahaya umumnya bersumber pada kelainan placenta, secara klinis diklasifikasikan menjadi placenta previa, solusio placenta, perdarahan ante partum yang belum jelas sumbernya.
  Placenta previa terjadi kira-kira 1 diantara 200 persalinan.
Penanganan ante partum memerlukan perhatian karena saling mempengaruhi dan merugikan janin dan ibunya. Setiap perdarahan ante partum yang dijumpai oleh bidan sebaiknya di rujuk ke Rumah Sakit atau ke tempat dengan fasilitas yang memadai karena membutuhkan tatalaksana khusus.
B.Saran
1.       Institusi Pendidikan
a.    Supaya lebih memberikan kesempatan serta peluang bagi peserta didik untuk menggali ilmu
b.    Dapat menilai serta mengevaluasi dari kekurangan peserta didik
2.       Bagi Petugas Kesehatan
a.    Agar lebih sabar dan telaten dalam membimbing peserta praktik.
b.    Dapat menerapkan teori di lapangan/ lahan praktek sesuai standar kesehatan.
3.       Bagi Mahasiswa
a.    Agar mahasiswa dapat menggali ilmu lebih dalam lagi serta lebih giat belajar lagi dalam memahami teori sehingga dapat diterapkan di lahan praktek.
b.    Supaya mahasiswa lebih disiplin serta mengefisiensikan waktu dalam menjalankan tugas.


DAFTAR PUSTAKA

Prawirohardjo,sarwono ,2006. Ilmu kebidanan.Jakarta : yayasan bina pustakua sarwono prawirohardjo.
Saifuddin, Abdul bahri. 2007. Acuan Nasional playanan kesehatan .
Maternal dan Neonatal , Jakarta : yayasan bina pustaka sarwono prawiro hardjo.
www.Google.com

























Tidak ada komentar:

Poskan Komentar